Kau yang terbaring di tengah tiang
tiang besi penggagah Bangunan
Bibir merah
Olesan pinang kebe
Seimbang darah imbas dipukuli
Seakan sang musafir meludahimu
Kau yang berdiri di emperan jalan
Wajah putih
Olesan debu
Seimbang olesan ampas bensin
Seakan mobil kentut padamu
Kau yang sedang tropika di terminal Mesran
Mengisap aibon
Seimbang isapan sesoloki Mensen
Seakan bermain mobil mobilan di tengah
mobil
Kau yang terbaring di emperan jalan
Memeluk jalan raya
Seimbang mencium tanah
Seakan menyayangi tanah
Ada yang dikentut
Ada yang ditertawai
Ada yang dipukul
Ada yang di kejar
Ada yang diludahi
Begitulah nasib anak Terminal






