Pelabuhan Emaiyeida

Popular Post

SAMPAI KAPANKAH



Tak dapat dipungkiri dan digali memori hidup sang keriting di Papua
Tak dapat sangkal pula sejarah hidup sang kulit hitam di Papua
Terukirlah sebuah sirkulasi penderitaan

Penderitaan yang tiada hentinya
Jalan penderitaan yang tak ada ujungnya
Sungai penderitaan yang mengalir tiada muaranya
Terjadilah sirkulasi penderitaan

Kendatipun engkau belum kenang
Masih mengisap darahku dan ladangku
Tidak cukupkah semuanya yang kau menelan
Tidak cukupkah semuanya yang kau mangsa  

Darahku dan ladangku terus mengalir keluar
Kini tubuhku letih
Kini tubuhku lesu
Kini tubuhku lemah
Dan tubuhku tak berdaya

Darahku mengalir membasahi bumi cendrawasih
Alam Papua pun jadi gundul
Ku tak mampu hitung saudara saudaraku yang kau mangsa
Ku tak mampu kalkulasi ladangku yang kau merampas

Ku ingin mengakhiri semuanya ini dari Papua
Ku ingin memutuskan rantai penderitaan
Ku ingin memerangi sirkulasi penderitaan

Walau terlihatlah……………!
Binatang taon masih menggigitku
Tetesan air mata dan darah kulit hitam terus mengalir
Sampai kapankah semuanya ini berakhir

By:Putra Wuput
Bagikan Artikel Ini: :
Print PDF
SHARE

Follow Me On Twitter

Sassy Bookmarks byBlogs Daddy

Sassy Bookmarks byBlogs Daddy

Buku Tamu
Kode script bukutamu/chatbox disini....
AddThis Sharing Sidebar

Terkendali

Montage dibuat Bloggif

Facebook

Musik

Postingan Populer

Media Sosial

Tangkapan Anda

Nama

Email *

Pesan *

 
Mendukung : Tautan Anda | Tautan Anda | Tautan Anda
Didukung Oleh Website
Copy © 2017. Pelabuhan Emaiyeida Seluruh Hak Cipta
mastemplate
Desain Asli Oleh Siaran AbaimaidaDiedit oleh Abaimaida City