Mee adalah satu suku dari 250-an Suku yang ada di
wilayah Papua, Suku Mee, mendiami di wilayah Meepago dari 7 (tujuh) wilayah
adat di tanah Papua, dalam kehidupan suku Mee terikat dengan nilai-nilai budaya
yang berbau rohani, saling memberi dan menerima, menhargai, dalamnya tidak ada
sifat membedakan satu suku dan suku lain. dulu orang tua Mee dikenal dengan
istilah "AKIYAA AGIYOKOO AKIYAA, OKAIYAA AGIYOKOO AKIYAA" dallam
bahasa indonesia disebut "ko punya barang ko punya, dia punya barang dia
punya". Begitu juga sama hal dengan persoalan lahan "akiiyaa makii
bobogokoo, akiyaa, okaiyaa makii okogokoo, okaiya" jadi didalamnya tidak
ada unsur saling menjajah, merebut dan dapat mentaati aturan yang diwariskan
oleh leluhur suku Mee, selain itu dalam kehidupan suku mee, dilarang saling
berzinah, mencuri, membunuh, dan lain-lain.
Suku Mee dikenal dengan bercocok tanam atau biasa
disebut “bertani” misalnya, ubi jalar, talas, sayur-mayur, tebu, dan
buah-buahan. semua ini menjadi tradisi dan faktor penentu dalam Kehidupan Suku
Mee pada zaman dulu, namun , kebiasaan itu bergeser ke zaman modern, sehingga
"Notaa" diganti "beras", dan "Notakauu, idayaa,
iguboo", diganti "supermie" semua ini fakta saat ini yang ada
didepan mata suku Mee.
Agama dan Pemerintah masuk di wilayah Meeuwoo, menjadi pengaruh besar merubah tatanan kehidupan suku Mee, misalnya..????
Sebelum agama masuk di wilayah Meeuwoo, suku mee
sudah mengenal nilai-nilai adat berbau rohani. sehingga para misionaris masuk
membawah ajaran baru dinilai tidak memberi dampak yang siknifikan, karena
mereka tidak menuliskankan apa yang sudah ada dalam kehidupan manusia Mee, tapi
mereka justru memberikan nilai negatif terhadap adat istidat yang berbau
rohani, jadi kehadiran misionaris di meeuwoo dinilai hanya untuk ancurkan
tatanan kehidupan suku mee yang terbangung rapi. misalnya "paikedaa"
menurut misionaris dianggap itu bertentangan dengan ajaran dari mereka sehingga
dibongkar, dibakar dan dibawah pergi, pada hal menurut suku Mee "paikedaa"
dianggap sebagai memproteksi dan melindungi, srta menghalangi ketika mengadapi
musuh dalam masalah atau perang, akibat dari misionaris mengangap
"paikedaaa" itu bertentangan dengan ajaran mereka, sehingga saat ini
manusia Mee meengalami krisis kekuatan, misalnya ketika manusia Mee korban
kekerasan militer itu dianggap rencana Tuhan, pada hal tidak melihat dari segi
Hak Asasi manusi (HAM).
Sebelum
pemerintah masuk di wilayah Meeuwoo, kehidupan manusia Mee ada sistim adat yang
di kenal dan tumbuh bersama yaitu sistim "Tonawi" (kepala suku),
mengakibatkan sistem cultural suku Mee dapat mengalami suatu perkembagan sistem
pemerintahan yang ada, Namun masih terbatas pada suatu wilaya yang dibatasi
oleh gunung, sungai, danau dan lainnya. Disamping itu juga Tonawi ditentukan
berdasarkan kekayaan dan cara bertanggung jawab demi kepentingan pribadi dan
masyarakat umum yang hidup dan menetap di suatu wilayah.
Hal yang perluh diketahui bahwa ada beberapa unsur
budaya suku Mee yang mengalami perubahan maupun perkembangan yang drastis
adalah unsur budaya pemerintahan(tonawi, meibo), unsur kepercayaan (kegoo,
yakegataii bagee), unsur berpakaian (koteka, Moge) dan unsur ekonomi (Mege).
kiranya bisa memahami bagi tua maupun muda orang
Mee.
Karya: (Petrus Pekei/LM)





