Banyak
kebudayaan yang kita ketahui di dunia media maupun masyarakat lokal seperti
lambang dan fungsi kagunaan sebuah budaya yang menarik dan kegemaran bagi
banyak orang. Maka, secara simulasi kebudayaan datang dari hasil pola pikir
masyarakat yang penuh dengan rukun damai untuk meningkatkan budaya yang konkrit
atau nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah
satu kebudayaan suku Mee yang kini memiliki fungsi yang unik dan menarik
perhatian bagi banyak orang lokal maupun tidak lokal adalah Kagane Babane.
Kagane Babane memilki fungsi yang unik dikalangan suku Mee, diantaranya sebagai
melindungi seorang laki-laki katika bertapa ketempat yang jauh, melindungi
untuk menyelesaikan pekerjaan yang ampuh atau berat, melindungi diri saat
menghadiri pesta dansa adat istiadat, melindungi saat bertempur dimedan perang,
melindungi ketika adanya kampanye Presiden, Gubernur, Bupati, maupun
penjemputan para kaum agamawan dan salah satunya adalah Kagane Babane bisa juga
tempat untuk meletakan rokok dan daun Ude untuk perhiasan pada tubuh (daun ude
adalah sejenis Tumbuhan yang hanya dapat terjangkau di daerah pegunungan
Papua).
Kagane
Babane adalah sejenis gelang yang dapat digunakan pada pergelangan tangan kiri
dan kanan atas sesuai ukuran lengan tangan seorang laki-laki. Pada dasarnya,
Kagane Babane hanya digunakan oleh para dewasa hingga usia lanjut yang memiliki
pola dan daya pikir yang sudah matang terhadap adaptasi lingkungan sesuai
kehidupannya.
Lebih
lanjutnya,seorang laki-laki Mee akan mengetahui jati dirinya ketika mengunakan
Kagane Babane, di mana Kagane Babane akan memberikan aura dan arah pikir yang
cerah untuk mengadaptasi dengan berbagai tindakan maupun kelakuan secara
peraktis dalam kehidupannya. Maka dari itu, Kagane Babane bukan hanya
kebudayaan melainkan sebagai alat perlengkapan pada manusia terutama pada
laki-laki suku Mee, dalam meningkatkan jati diri yang mampu untuk mengendalikan
secara harmonis pada sesama.
Selain
itu, dalam kehidupan sehari-hari seorang laki-laki yang dapat mengunakan kagane
Babane akan berperan penting dalam memutuskan atau menyelesaikan masalah apa
pun entah masalah dari dalam keluarga maupun secara umum dengan adil dan damai,
karena Kagane Babane telah terukir sesuai fungsi yang memiliki kesatuan dan
persatuan dalam kehidupan masyarakat suku Mee melalui pembentukan jati diri
yang kokoh dan kuat serta terpercaya.
Maka
dari itu, pertimbangan penuh untuk mengembangkan dan memanfaatkan budaya lokal
khususnya Kagane Babane membutuhkan pelatihan yang cukup dukungan dari para tetua-tetua
atau senioritas dari suku Mee, agar Kebudayaan tidak hilang dari kehidupan
dalam menindaklanjuti oleh generasi muda suku Mee dan umumnya.
Dengan
demikian, akan terciptanya budaya yang sesuai dengan undang-undang adat
istiadat maupun pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat.
(Natalis Bukega/KM)
(Natalis Bukega/KM)





