Dou, gai, ekowai
merupakan filosofi hidup suku Mee. Pada peradabannya filosofi ini ada sejak
dahulu dari nenek moyang suku Mee yang turun-temurun dijaga agar rumpun dalam
menjalankan aktivitas yang sempurna.
Kata dou (melihat).
Orang Mee menyebutkan kata ini kepada seseorang yang pergi meninggalkan kampung
halaman. Dari suku Mee, dou merupakan bukan cuma melihat apa yang bisa di
lihat, tetapi juga agar bisa melihat atau membaca situasi yang tidak bisa di
lihat. Dari perkembangan-perkembangan yang sudah kita lalui, masih juga sampai
sekarang kata ini di pakai untuk pesan ke pada anak, saudara ataupun kerabat
kampung yang ingin keluar dari kampung halaman.
Gai
(berpikir). Menurut orang Mee, kata gai (berpikir) merupakan harus berfikir
sebelum bertindak apa yang mau kita lakukan. Orang Mee menyebutkan kata gai pada
saat mau melakukan sesuatu di kampung halaman atau di luar dari kampung
halaman, agar apa yang mau dilakukan bisa berjalan dengan baik sesuai
keinginannya, dan semua pihak yang ada di sekelilingnya.
Ekowai (bertindak).
Pada dasarnya orang mee bertindak atau melakukan sesuatu jika tidak di lihat
dan di pikir, akan bisa jadi fatal kerja yang di lakukan itu.
Masyarakat orang Mee
(Paniai), mempunyai sistem ekonomi yang sangat tinggi, maka itu biasanya orang
Mee dengan memerjuangkan ekonomi mereka ke tingkat yang biasa di katakan oleh
orang Mee ialah tonawi (kaya), maka ia harus cerdik dalam hal apa
saja.
Untuk menjadi
seseorang yang tonawi (kaya) memang sangat tidak gampang untuk harus di
lakukan. Seseorang yang mau menjadi tonawi, ia harus melihat kembali
sejarah orang-orang tonawi (kaya), agar ia juga bisa belajar dari orang
yang berpengalaman itu, lalu berpikir untuk bisa terapkan agar bisa menjadi
orang yang tonawi (kaya).
Di kalangan orang Mee
biasanya untuk menjadi tonawi tidak segampung yang kita pikir, karena
biasanya di suku Mee, jika ingin menjadi orang yang tonawi (kaya),
diharuskan mempunyai banyak babi, istri, rumah, selain itu menjadi kepala suku,
karena biasanya orang seperti ini yang di anggap tonawi (kaya).
Kata dou, gai,
ekowai menurut pendapat saya tidak cuma terjadi di kelompok suku Mee
saja, tetapi biasanya tiga kata ini, menjadi dasar kehidupan umat Allah di
dunia.
Melihat tanpa pikir
dan tindakan juga tidak akan terwujud impian yang kita rancang, dan juga
berpikir tanpa melihat dan tindakan juga sama halnya di atas, kemudian
bertindak tanpa melihat dan berpikir juga akan mengakibatkan kita rugi prinsip,
maka di haruskan untuk semua pihak agar bisa menuju ke ujung tombak bumi, harus
memprinsipkan tiga hal di atas yakni dou, gai, ekowai karena ini
merupakan tiga makna filosofi ini selalu ada di kehidupan sehari-hari.
By: Marchelino
Kudiai





