Dalam segala sesuatu
kegiatan atau acara untuk menyukseskan, ada strategi kesuksesan yang harus di
terapkan dan di sesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat dilakukannya,
strategi dapat diartikan atau dimaknai dari bidang masing-masing oleh manusia.
Strategi bisa dilihat dari kiprah dalam kehidupan sehari-hari ketika munusia
merencanakan sampai mempraktekan dalam arti orang dapat melakukan kejujuran,
keadilan, keterbukaan, kebenaran, manghargai, memotivasi, dan bekerja sama
dalam kehidupan sehari-hari di dunia ini.
Strategi yang
digunakan untuk kesuksesan pesta babi bagi Suku Mee-Paniai Papua adalah sebagai
berikut:
1. Kebenaran
Dalam pesta babi ini,
masyarakat Mee dapat menerapkan strategi kebenaran baik secara kata-kata maupun
tindakan terhadap siapa saja yang dapat terlibat dalam acara pesta babi itu.
Kebenaran itu bukan suatu kata yang biasa saja, namun kebenaran ini kata yang
luar biasa artinya orang susah atau sulit untuk mengungkapkan segala sesuatu
secara benar tetapi manusia membuat kata-kata atau ungkapan-ungkapan yang tidak
tepat pada sasaran dan sesuai dengan bahasa baku yang sudah ditetapkan oleh
ilmuan terutama ilmuan tetang Kebenaran, mereka mencari alasan dengan
menggunakan banyak gaya bahasa pada khususnya gaya personifikasi artinya bahasa
yang berlebih-lebihan. Pada pesta babi bagi Masyarakat suku Mee Paniai ini
penuh dengan kebenaran dari awal pertemuan, proses persiapan dan kesiapan
sampai pada puncak pesta Babi.
2. Keadilan
Dalam kehidupan
manusia selalu ada egoisme (mementingkan diri sendiri). Manusia tidak mencari
kepentingan umum, namum bisa memperhatikan dan membagiratakan semua orang.
Salah satunya adalah persiapan dan kesiapan pesta babi, dari membagun rumah
pesta babi sampai makan bersama semua dapat bekerja sama sesuai dengan beban
kerja masing-masing, pembagian tugas secara merata, tidak ada orang yang
bersantai, Jadi keadilan sangat penting untuk di terapkan diaman-mana, jangan
pilih kasih dalam kiprahnya. Menurut Keadilan menurut Aristoteles, Keadilan
Komunikatif adalah sebuah sikap yang didasarkan pada ketulusan dimana kita
tidak memandang siapa yang telah berjasa pada kita.
3. Kejujuran
Kejujuran merupakan
salah satu yang sangat bagus yang harus diterapkan dalam melakukan sesuatu
kegiatan. Pada kegiatan pesta babi ini, Masyarakat suku Mee Paniai dapat jujur
antara satu sama yang lain baik kepala suku terhadap masyarakat, suami terhadap
istri dan sebaliknya Istri terhadap suami ketika musyarawarah atau mufakat
untuk mengadakan pesta babi tersebut. Kegiatan apapun nilai kejujuran harus ada
agar supaya kegiatan yang susah untuk bisa sukses atau berhasil dan berguna
bagi diri sendiri dan bagi orang lain baik yang tergolong dalam golongan bawah
maupun golongan atas dalam tingkat ekonomi, dan dalam segala hal yang dihadapi
dalam kehidupannya. Dengan adanya nilai jujur sehingga pesta babi dapat sukses
dengan baik.
4. Keterbukaan
Keterbukaan ini dapat
dilakukan oleh seluruh masyarakat pada saat mengadakan musyawarah atau mufakat
untuk bagaimana cara menyukseskan pesta atau kegiatan atau dengan kata lain,
masyarakat dapat mengumpulkan ide-ide dalam pertemuan bukan mendiami
sendiri-sendiri. Dalam proses persiapan juga masyarakat dapat membuka diri
terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyukseskan acara atau pesta babi yang
mau adakan oleh masyarakat paniai tersebut. Keterbukaan ini bukan mencari suatu
kepentingan pribadi, mencari nama baik sendiri di kalangan masyarakat dan lain
sebagainya, tetapi keterbukaan bisa mencari untuk menyukseskan suatu kegiatan
atau acara yang sudah direncanakan oleh semua masyarakat pada saat pertemuaan
sampai pada akhir atau puncak acara atau kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan apapun
rasa malas, capek, dan egois selalu ada pada setiap saat selama persiapan dan
kesiapan kegiatan, oleh karena itu, orang harus ada motivator supaya dalam
kegiatan bisa berjalan baik dan lancar, motivator-motivator bisa menggunakan
berbagai macam cara baik cara yang dapat digunakan melalui fisik maupun
spiritual, motivator memberikan motivasi dengan fisik itu bisa membantu tebang
pohon untuk membuat papan, pagar, kayu buah demi membuat rumah pesta babi atau
juwo owaa, dan bisa mengangkat bahan-bahan itu ketempat tujuan bangun rumah
pesta babi.
Dengan demikian,
pesta babi sukses harus di miliki dan di lakukan strategi kejujuran, keadilan,
keterbukaan, kebenaran, manghargai, memotivasi, dan bekerja sama oleh sesorang
dalam persiapan dan kesiapan , bila tidak adanya strategi tersebut diatas ini,
maka tentu pesta babi tidak sukses dengan baik bahkan tidak terlaksana dengan
baik, Oleh karena itu, strategi harus di miliki dan di lakukan oleh seseorang
yang terlibat dalam pesta babi.
By:Yulianus Nawipa





